Rizzkastory.my.id - Joe Clark 17 tahun dari Baraboo Winsconsin punya kebiasaan yang beda dari anak seumurannya. Kalau umur 17 tahun hobbynya mungkin lagi senang dengar music, hang out, main skateboard, main game, namun beda dengan Joe Clark. Melihat orang kesakitan adalah favoritnya. Dia adalah seorang penghilang nyawa dan penculik remaja. Dihukum karena penghilangan nyawa Christian Steiner dan penyiksaan serta percobaan penghilangan nyawa terhadap Thadius Phillips di Wisconsin.
Thad Phillips Malang Diculik
Tidak pernah dibayangkan oleh Thadius
Phillips atau Thad, anak yang berusia 13 tahun bahwa dia akan terbangun pada
malam 29 Juli 1995, diculik oleh seorang psikopat yang tinggal tidak terlalu
jauh dari rumahnya dan akan menjalani penyiksaan.
Malam itu Thad Phillips sambil
setengah sadar berpikir orang tuanya menggendongnya untuk dipindahkan ke kamar
tidur, setelah dia tertidur di sofa sambil nonton TV. Tapi sepertinya bukan ke
kamar dia di gendong, melainkan ke luar. Lalu Thad dibangunkan sambil diturunkan
oleh orang yang tidak kenal. Ditengah kebingungannya orang itu meminta Thad
berlari bersamanya sambil mengtakan alasannya. Ia mengatakan bahwa ia butuh
bantuan untuk membawa mobil untuk pesta yang akan diadakan bersama
teman-temannya. Sambil mencoba mencerna apa yang terjadi, Thad menurut terus berlari dengannya hingga
keduanya tiba di sebuah rumah reyot, sekitar satu mil jauhnya atau kurang lebih
620 meter.
Orang itu memperkenalkan dirinya
sebagai Joe, tanpa memberitahu nama belakangnya. Dia memaksa Thad masuk ke
rumah dan menggiring Thad ke lantai dua, ke sebuah kamar. Thad di lemparkannya
ke tempat tidur yang kotor dan Joe Clark tanpa alasan mulai menyiksa Thad
dengan kejam dengan memutar dan membalikkan salah satu pergelangan kaki Thad Phillips
tulangnya hingga patah dan pecah.
Joe Clark Beraksi
Thad melawan sekuat tenaga dan
berhasil melepaskan diri dari genggaman joe Clark. Lalu tertatih-tatih menuruni
tangga, tapi karena kakinya yang cedera Joe clark dengan mudah menangkap Thad
lagi dan melemparkannya ke sofa. Joe Clark mendorong kaki Thad Phillips ke atas
ke arah kepala Thad dan mencondongkan
tubuh hingga pahanya patah. Penyiksaan berlanjut hingga malam. Setelah itu, Joe
membalut kaki Thad Phillips yang hancur dengan gips kaus kaki kasar dan perban
yang kuat. Joe Clark meninggalkan Thad sendirian di tempat tidur sementara dia
keluar, dia yakin Thad Pllips tidak akan mampu melarikan diri karena sudah
dilumpuhkan.
Setelah serangan awal mematahkan kaki
Thad Phillips di dekat pergelangan kaki, Thad sempat hampir berhasil melarikan
diri. Dengan kondisi kaki tak berbentuk tulangnya, dia merayap ke lantai bawah,
tapi Thad ketahuan. Joe Clark lalu melempar Thad ke sofa di lantai bawah. Thad
sempat berkata kepada Clark bahwa dia tidak akan memberi tahu siapa pun tentang
apa yang telah terjadi dan bahwa dia akan mengatakan bahwa dia tersandung meja.
Tapi Joe Clark tidak bodoh, dia bilang bahwa tidak seorang pun akan mempercayai
cidera separah ini karena tersandung.
Thad Phillips kemudian mencoba berunding
dengan Clark, menanyakan mengapa dia melakukan hal ini. Clark berkata dia
menikmati suara dan sensasi tulang patah sesuai keinginannya. Dia berkata dia
pernah melakukan hal seperti ini sebelumnya dan menggambarkan betapa dia
menyukainya .Clark lalu menyebutkan beberapa nama korban sebelum Thad.
Joe Clark kenapa kamu kejam sekali.
Percobaan Melarikan Diri... Lagi
Walaupun sakit, Thad pantang menyerah.
Saat Joe tidak ada di rumah, dengan merangkak menyeret dirinya menuruni tangga,
dia berhasil masuk ke dapur. Tapi tak lama, Joe Clark dan seorang gadis datang dan duduk di sofa tanpa menyadari bahwa Thad
Phillips berbaring diam di kamar sebelah. Sayangnya, ketika teman Joe Clark
pergi, pemuda sadis itu menemukan Thad Phillips tergeletak di dapur dan
langsung, menyeretnya ke atas lagi untuk melanjutkan siksaan brutal dan untuk
pertama kalinya mengancam akan membunuh, meskipun itu tentu saja merupakan niat
utamanya selama ini.
Joe Clark memperlakukan Thad Phillips
dengan buruk sebagai cara untuk mengatasi rasa frustrasinya sehari-hari. Selama
Thad disekap, dia menjadi pelampiasan amarah Joe, pada saat mobil Clark tidak
dapat dinyalakan, dia memutar kaki Thad Phillips hingga patah, lalu mematahkan
lutut anak laki-laki itu, dan bahkan melompat ke dadanya, seakan Thad adalah
bantal empuk baginya.
Ketika Thad Phillips mencoba melawan
atau melarikan diri, siksaan yang diterimanya semakin brutal. Clark menutupi
wajah Thad dengan bantal hingga Thad merasa tercekik. Kalau sifat sadisnya
tidak muncul, Joe Clark bicara dengan normal kepada Thad Phillips seperti tidak ada yang
terjadi, bahkan Joe bilang dia sudah pernah melakukan ini sebelumnya dua kali.
Gitar Penyelamat
Pada malam hari tanggal 30 Juli 1995, Joe Clark kembali meninggalkan rumah tetapi kali ini Joe Clark mengunci Thad Phillips yang babak belur di lemari kamar tidur sebelum pergi. Di dalam lemari yang gelap, Thad terus berpikir cara agar dia bisa melarikan diri dari psikopat itu. Sambil meraba-raba di kegelapan lemari, dia menemukan gitar tua yang berat dan memukul pintu lemari dengan gitar itu.
Thad Phillips yang dehidrasi dan kakinya yang tidak berdaya, mengumpulkan semangat dan tenaga yang tersisa perlahan menyeret dirinya menuruni tangga lagi. Thad Phillips pingsan berulang kali karena rasa sakit dan kelelahan sampai dia mencapai telepon dapur dan berhasil menggoyangkan kabelnya sampai gagang telepon terlepas dari pengaitnya. Dia kemudian menghubungi 911 dan menjelaskan lokasi dan kondisinya kepada petugas operator yang terkejut.
Petugas dengan cepat datang ke rumah Joe Clark dan menyelamatkan Thad Phillips. Thad Phillips telah ditahan selama sekitar 43 jam dan mengalami patah tulang parah di kedua kakinya yang memerlukan beberapa kali operasi selama bertahun-tahun dan mengakibatkan pincang permanen.
Tak lama kemudian Joe Clark ditangkap. Thad Phillips membocorkan tentang pengakuan Joe yang sudah menyiksa dan membunuh dua anak lain sebelumnynya. Thad sempat lupa nama korban yang pernah Joe Clark sebutkan dan akhirnya hanya bisa ingat satu nama, setelah ayahnya saya mulai menyebutkan nama-nama di buku telepon dan begitu ia menyebutkannya, diatahu bahwa itulah orangnya, yaitu Chris Steiner kata Thad Phillips.
Sebab Kematian Chris Steiner Terungkap
Namanya Chris Steiner, seorang remaja
berusia 14 tahun. pada 4 juli 1994, Chris dilaporkan hilang dari rumahnya di
Baraboo. Chris bukan tipe anak yang suka kabur-kaburan. Ketika polisi tiba,
terlihat dengan jelas tanda-tanda penculikan. Jendela kamar tidur Chris Steiner
telah terbuka, jejak kaki berlumpur terlihat jelas di karpet dan pintu teras
ditemukan tidak terkunci. Yang keluarga dan Polisi tidak ketahui bahwa ternyata
Chris diculik oleh Joe Clark dan disekap selama 5 hari. Selama penahanan,
Chris disiksa dengan dislokasi sendi yang berulang-ulang di kaki dan telapak
kakinya. Pada tanggal 9 Juli 1994, Clark membawa Chris ke Sungai Wisconsin dan
melemparkan Chris ke dalam air saat ia masih hidup. Karena kaki Chris terlalu
remuk untuk bisa berenang, ia pun tenggelam. Ia ditemukan keesokan harinya,
tersangkut di pohon yang sebagian terendam di tepi gundukan pasir sungai
Winconsin.
Anehnya, saat otopsi dilakukan, hasil otopsi
menunjukkan tidak adanya luka traumatis pada tubuh Chris Steiner, meskipun
polisi tetap yakin bahwa kematian Chris karena tindak pidana seseorang. Pihak berwenang setempat telah berusaha sebaik
mungkin, namun penyebab pasti kematiannya belum terungkap. Kematiannya akhirnya
secara resmi terdaftar sebagai kasus kematian 'tidak diketahui penyebabnya'.
Investigasi Kematian Chris Steiner
Setelah Thad mengatakan bahwa Joe
mengakui kejahatannya pada Chris, Hal ini mengejutkan, karena ahli patologi
yang memeriksa Steiner yang saat itu tidak menemukan tanda-tanda cedera.
Ternyata ahli patologi yang mengotopsi
Chris mungkin telah mengabaikan sesuatu. Yang Kemudian para penyelidik
mengetahui bahwa tidak ada tindakan sinar-X pada jasad Chris. Sehingga kasusnya
misterius dan tubuhnya membengkak saat iru diindikasikan karena berada di dalam
air.
Karena kematian Chris tanpa petunjuk
atau petunjuk yang jelas tentang apa yang telah terjadi, kasus Steiner menjadi
dingin. Tidak seorang pun di keluarganya tahu bagaimana Chris bisa tenggelam,
tetapi karena hasil otopsi tidak mengarah pada pembunuhan, polisi tidak mencari
pelaku.
Setelah pengakuan Thad, Maka untuk
mengetahui pasti penyebab kematian Chris Steiner, Polisi kemudian menggali
jenazah Chris Steiner untuk pemeriksaan lebih teliti.
Rahasia Joe Clark Terungkap
Dalam penyelidikan berikutnya, para Detektif menggeledah kamar tidur Joe Clark. Mereka menemukan buku catatan dengan tiga daftar yang ditulis tangan, yang mencantumkan banyak nama anak laki-laki setempat. Judul-judulnya adalah "Segera," (Get To Now) "Bisa menunggu," (Can Wait) dan "Masalah kaki." (Leg Thing). Joe Clark mengaku tidak bersalah dalam pembunuhan Steiner.
Sementara
Ibu Joe Clark tentu saja menyangkal kejahatan anaknya. Ibunya mengatakan bahwa
jika Joe Clark meninggalkan rumah pada malam Chris Steiner diculik, ibunya
pasti tahu, karena Joe Clark pasti melewati kamar tidurnya. Namun, terbukti
bahwa ibunya tidur sangat lelap dan Clark berhasil menyelinap melewatinya.
Jadi, Joe Clark tidak punya alibi.
Joe Clark Diadili
Pada tanggal 7 September 1995, Joe Clark diadili sebagai orang dewasa. Negara mengajukan pengaduan pidana yang mendakwa Joseph Clark dengan delapan kejahatan berdasarkan tuduhan bahwa ia menculik seorang anak laki-laki, menginjak kakinya dan memutar pergelangan kakinya hingga patah di banyak tempat, mengancam dan mencekiknya dan memenjarakannya di lemari terkunci tanpa makanan selama berhari-hari hingga akhirnya ia dapat melarikan diri dan meminta bantuan.
Clark akhirnya mengajukan pembelaan tidak
bersalah, ditambah dengan pembelaan karena mental illnes, terhadap satu tuduhan
percobaan pembunuhan berencana tingkat pertama terhadap Thad. Pengadilan
tingkat pertama menolak pembelaan tersebut, dan Clark mengajukan banding.
Walaupun Juri memutuskan Clark
memiliki gangguan mental saat melakukan pelanggaran, pengadilan wilayah memutuskan
dia bersalah. Pengadilan menjatuhkan hukuman total 100 tahun penjara kepada
Clark atas lima tuduhan. Juri juga memutuskan dia bersalah atas pembunuhan
Chris Steiner, dan kasus ini akhirnya ditutup dengan putusan bersalah.
Sementar Kasus Steiner Clark memilih
untuk mengaku tidak bersalah, meskipun hasil otopsi ulang jenazah Steiner telah
mengungkapkan bahwa ia menderita cedera pada pergelangan kakinya yang sama
dengan yang dialami Thad Phillips. Kesaksian orang tua Clark bahwa putra mereka
sedang tidur di kamarnya pada malam pembunuhan itu tidak dapat diterima oleh
saksi lain, saksi mengatkan bahwa Joe Clark secara teratur menyelinap keluar
rumah melalui jendela lantai atas.
Kesaksian mantan narapidana remaja juga memberatkan Joe Clark, dia mengatakan Clark telah mengakui kepadanya bahwa ia telah membunuh seorang anak laki-laki dan meletakkan jasadnya di atas pohon. Semua mengatakan bahwa jelas kalau Joe Clark telah membunuh Chris Steiner dan pada tanggal 7 November 1997.
Namun, sebelum persidangan, tetangga Joe, Michael Huebsch yang berusia 15 tahun, pergi ke rumah Thad Phillips dan menembaknya dua kali di bagian punggung dengan senapan berburu. Michael dan Joe diduga berteman dan Michael kesal dengan hasil persidangan pertama dan ingin membalas dendam. Penderitaan Thad masih belum selesai, namun dia berhasil selamat dan menghadiri persidangan kedua di mana Joe Clark dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman seumur hidup dengan tambahan lima puluh tahun penjara.
Keluarga
Phillips berhasil memenangkan gugatan sebesar $21 juta, tetapi Thad dan
keluarganya tidak pernah menerima sepeserpun. Mengetahui itu, teman Thad, Olga
Johnson dan suaminya telah membuat halaman GoFundMe atas nama Thad untuk
membayar tagihan medisnya, yang sejauh ini telah mengumpulkan lebih dari $13
ribu.
Warga Baraboo WInsconsin bisa berbahagia dan tenang, karena akhirnya Joe Clatk ditangkap dan diadili. Joe Clark adalah jagal yang menargetkan remaja laki-laki Kaukasia dari kota, yang lebih muda darinya. Ia menculik mereka dengan cara menggendong mereka keluar rumah atau menyuruh mereka berlari bersamanya ke rumahnya. Anak-anak laki-laki itu akan disekap dan dilumpuhkan dengan cara memutar kaki dan telapak kaki mereka hingga persendian mereka terkilir dengan menyakitkan, demi kesenangan Joe Clark sekaligus kenyamanan.
Tindakan
Joe tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun, bahkan alasan bahwa ibu
kandungnya adalah pengguna narkoba berat selama masa ia mengadung Joe yang
kemungkinan menyebabkan kerusakan perkembangan pada otak Joe sehingga
membuatnya bertindak tidak rasional. Dan alasan karena cedera kepala
akibat kecelakaan mengedarai sepeda motor trail yang dialami Joe pada usia 15
tahun, menyebabkan hematoma subdural dan kehilangan ingatan selama empat hari
setelah kecelakaan, pun tidak dapat diterima. Semoga Joe benar-benar merenungi
kesalahannya dan menyesali perbuatannya.
Thad harus mengorbankan dirinya dan berakhir pincang selamanya demi untuk menyelamatkan anak-anak lain dari kekejaman Joe Clark. Tanpa keberaniannya cerita mungkin akan berbeda di Winconsin.
Problematika yang dihadapi seseorang sangat mungkin berdampak dan merugikan orang lain, seperti yang terjadi pada Ibu Joe dan Joe dan seperti yang dilakukan joe pada anak-anak yang tidak bersalah. Mentalillness sangat mungkin berdampak efek domino seperti dari Ibu Joe Clark kepada Joe Clark, carilah pertolongan ketika dirimu merasa memerlukan dan tolonglah orang disekitarmu jika mereka terlihat perlu pertolongan. Maka Bijaklah dalam berpikir dan bertindak. Kisah Thad Phillips ini bisa Readers simak di ChannelYoutube Rizzka Channel :