Rizzkastory.my.id - Bayangkan ketika hidup sedang aman
damai dan kamu sedang akan menjalani rencana indah dalam hidup, tiba-tiba harus
buyar berantakan karena sesuatu yang tidak dapat kamu cari penjelasannya.
Tidak Sadarkan Diri Sebulan Lebih
Seorang pasein RS Nur Hidayah, Jetis, Bantul yang bernama Supiyati,
25 tahun, mengeluhkan penyakit aneh yang sudah dideritanya selama sekitar 1,5
tahun. Seaneh apakah penyakit Supiyati… seaneh, lebih dari 2.000 paku dan jarum
keluar dari sekujur kaki dan tangannya.
Supiyati merupakan anak kedua dari empat bersaudara warga Arjomulyo, Oku Timur, Palembang, Sumatera Selatan, Ayah Supiyati menuturkan awal gejala penyakit aneh putrinya, yaitu mendadak drop kesehatannya dan pingsan saat dia akan melangsungkan akad nikah di 22 Juli 2010. Kesehatannya semakin menurun setelah 4 bulan berselang, hingga tak sadarkan diri selama 31 hari, tanpa makan, minum ataupun buang kotoran, layaknya mati suri.
Keluarga saat itu tidak membawa Supiyati ke Rumah Sakit dan berinisiatif mengobati Supiyati ke seorang dukun setempat, sang dukun mengatakan bahwa Supiyati akan segera sembuh. Usaha pengobatan itu berbuah manis, karena akhirnya Supiyati siuman, namun tak lama siuman, dari kaki kanan Supiyati keluar sebatang jarum kecil.
Diobati Di Bantul
Seiring
waktu berjalan, kondisi Supiyati tidak membaik. Saat itu tidak hanya jarum, tapi
juga kawat, paku bermacam jenis dan ukuran bermunculan dari kedua tangan dan
kaki Supiyati. Tidak kuat menahan rasa sakit dan nyeri akibat logam yang
tertanam dan keluar dari tubuhnya, Supiyati akhirnya dibawa berobat ke dua RS di Sumatera. Menurut
info keluarga sang dokter saat itu mengatakan alasannya karena infeksi.
Karena
tidak ada perkembangan berarti, pihak keluarga memutuskan membawa Supiyati
kembali ke tanah kelahiran ayah dan ibunyadi Dusun Seropan, Dlingo, Bantul.
Kedua orang tua supiyati memang seorang transmigran sejak tahun 1977.
Supiyati
tidak dapat beraktivitas layaknya orang sehat. Bahkan sekadar berjalan saja Supiyati merasa kesakitan, sebab banyak paku
tertanam dan terlihat jelas di kedua tumitnya. Paku terus saja menyembul di
balik permukaan kulitnya. Setiap keluar, biasanya ada tiga paku sekaligus yang
dililit rambut panjang.
Dilarikan Ke Rumah Sakit Nur Hidayah Bantul
Di Bantul Supiyati tidak langsung berobat ke RS, dia menjalani perawatan 25 hari di rumah namun kondisinya tidak kunjung membaik karena paku-paku itu terus keluar dan tiba-tiba muncul di tubuhnya. Supiyati semakin lemah, akhirnya dilarikan ke RS Nur Hidayah pada 25 september 2012 siang. Supiyati datang ke rumah sakit dalam keadaan kejang-kejang dan banyak tertancap paku di tangan dan kaki, baik yg di dalam maupun yang sudah mulai keluar. Dokter Sagiran yang dihubungi oleh staff RS sempat berpikir bahwa Supiyati menderita tetanus.
Supiyati kemudian di rontgen dan dokter terkejut karena hasil rontgen menunjukan di kaki dan tangan supiyati banyak sekali ditemukan paku dan benda logam lain, Setelah supiyati dinyatakan siap operasi malamnya Supiyati langsung ditindak operasi dan dikeluarkan sekitar 72 buah benda logam.
Namun
keanehan muncul ketika sudah dilakukan operasi, benda-benda logam itu muncul
lagi. Tiga malam berturut turut dokter Sagiran melakukan operasi terhadap
Supiyati, mulai dari 72 pcs, 12 pcs dan 4 pcs benda logam yang secara misterius
ada dalam tubuh Supiyati. Bahkan ketika luka yang sudah ditutup perban setelah
pengeluaran paku, ketika dibuka muncul kembali paku lain.
Diobati Medis dan Non Medis
Tergolek
di ranjang RS Nur Hidayah di ruang Shafa No.15 kelas III RS Nur Hidayah,
Supiyati mengaku tidak tahu dan bingung apa sebenarnya penyebab penyakitnya.
Supiyati merasakan rasa panas seperti gejala herpes setiap ada paku baru yang
masuk ke tubuhnya. Bahkan tanpa sadar melakukan ha-hal aneh yang tidak dia
ingat setelahnya. Supiyati merenung, adakah musuh yang mereka miliki tanpa
mereka sadari, karena menurut penuturan Supiyati selama di Sumatra, Supiyati
dan suami tidak punya musuh atau terlibat masalah dengan orang lain.
Karena
keanehan ini Dokter Sagiran akhirnya berpikir bahwa ini bukan sekedar penyakit
medis namun ada unsur klenik yaitu santet yang menimpa Supiyati. Maka untuk
membantu penyembuhan, Dokter Sagiran mendampingi pengobatan medis dengan system
ruqyah syar'iyyah metode Husnul Khotimah Care (Hucare).,Dokter Sarigan mengutarakan
bahwa Benda-benda itu keluar melalui 8 tahap pengeluaran. Yang paling banyak
kita temukan di kedua kaki. Benda-benda itu keluar dengan sendirinya saat
dibacakan doa termasuk paku besar yang keluar dari mulut berupa paku
Ketika
dilakukan ruqyah tersebut, Supiyati mulai muntah-muntah disertai dengan paku
dan benda-benda logam lain keluar dari muntahan tersebut. Serangan terhadap Supiyati bahkan terus berlanjut ketika ruqyah di rumah sakit dilakukan,
atap Rumah Sakit seperti dilempari barang-barang dan kemudian banyak paku
berjatuhan.
Setelah
18 hari pengobatan di rumah sakit, akhirnya Supiyati kembali bisa beribadah,
ini pertanda baik. Supiyati kemudian dinyatakan sembuh. Ia diizinkan pulang dari Rumah Sakit. Karena sudah tidak ditemukan lagi benda-benda aneh di tubunya, Dokter Sagiran menyatakan bahwa benda terkahir yang diambil adalah sebatang
kawat sekitar 5 cm pada hari Kamis 4 Oktober 2012 lalu.
.
Total benda yang dikeluarkan dari tubuhnya selama pengobatan di Rumah Sakit Nur Hidayah mencapai ratusan buah. Setelah kepulangan Supiyati, pihak Rumah Sakit
masih mendampingi perawatan Supiyati di rumah oleh Tim Husnul Khotimah Care (Hu-Care)
yang menangani secara non medis selama 6 bulan lamanya.
Dokter poin of view
Kasus yang dialami oleh Supiyati ini membuat dokter bedah bernama Sagiran di Rumah Sakit Nur Hidayah,
Bantul 2012 silam yang bergelar lengkap Dr. dr. Sagiran, Sp.B(K) KL, M.Kes itu
akhirnya percaya sihir atau santet usai menangani Supiyati. Namun kenyataan
yang dialami pasien membuat pandangannya mengenai dunia klenik menjadi berbeda.
Pada waktu itu, sebagai dokter
bedah, Dokter Sagiran menganggap hal biasa menemukan benda asing menancap di tubuh
pasien. Namun ketika paku, kawat lain muncul lagi setelah Ia mengoperasi pasien
tersebut dan ditemukan ada 72 paku lalu 12 lagi dan 4 lainnya dari tubuh Supiyati, Dokter Sagiran merasa aneh
Di saat itu lah Sagiran mulai
berpikir ke arah sihir. Merasa kasihan dengan pasien yang harus menjalani
operasi berkali-kali akhirnya Dokter Sagiran mendampingi perawatan medis Supiyati dengan system non medis yaitu jalur ruqyah.
Beliau mengatakan "Jangan-jangan
ini benar yang dikatakan Allah dalam firman-Nya. Surat Al-Baqarah ayat 102 itu,
itu menjelaskan betul tentang fenomena sihir yang sudah ada sejak zaman Nabi
Sulaiman, Kalau begini, nggak bisa main pisau diiris. Nggak bisa terus-terusan
begini," katanya.
Kombinasi Medis dan Rukiah
Dokter Sagiran menjelaskan bahwa
ruqyah syar'iyyah yang diterapkan pada Supiyati yakni menjaga pasien
dengan "ICU spiritual" Supiyati diruqyah sehari semalam tanpa henti
dengan tim yang terus bergilir ganti. Efeknya setiap kali ruqyah Supiyati
muntah berikut paku paku keluar melalui mulutnya.
Saat ini metode rukiah itu pun
dilayani di Poli Komplementer RS Nur Hidayah di Jalan Imogiri Timur, Km 11,
Kabupaten Bantul.
Supiyati berhasil sembuh dengan kombinasi medis dan rukiah. Dalam kurun 1,5 tahun, sudah lebih dari 2.000 paku dan jarum keluar dari tangan dan kaki perempuan 25 tahun itu. Hingga sekarang, pihak rumah sakit belum mengetahui bagaimana benda-benda logam itu bisa bersarang di tubuh Supiyati.
Supiyati Memaafkan
Setelah beberapa
waktu, Supiyati mengetahui penyebab deritanya beberapa tahun kebelakang, namun
dengan hati yang lapang, Supiyati dan keluarga memaafkan si pengirim santet dan
memilih untuk bertawakal dan menyerahkan semuanya kepada Yang Maha Kuasa. Santet
adala salah satu jalur sihir, dimana
Sihir merupakan kesepakatan antara penyihir dan setan. Penyihir harus
mengingkari keberadaan Tuhan dan melakukan maksiat kepada-Nya agar setan
berkenan memberikan dan mengerjakan sihir. Lalu dilakukan oleh orang yang kehilangan
arah.
Hati-hati! ketika hati sedang rapuh jangan sekalipun berpikir jalan pintas melalui sihir, karena itu hal yang dilarang oleh agama apapun dan akan berakhir bencana dan penyesalan. Kisah Supiyati ini bisa Readers simak di channel Youtube berikut :